Jumat, 08 Juni 2012

Fashion Do's & Don'ts: Sensualitas Kate Middleton dalam Balutan Lace

Jakarta - Bahan lace atau akrab di telinga orang Indonesia dengan brokat, kerap dipakai untuk busana pesta hingga tradisional. Lace memiliki banyak jenis, mulai dari motif bordir, renda hingga penggabungannya dengan kain yang lebih solid.

Dalam dunia fashion, lace kerap dijadikan bahan untuk membuat gaun malam karena teksturnya yang mewah dan memberikan kesan aristokrat sekaligus sensual. Bagaimana tidak, jenis kain yang satu ini senantiasa transparan dan memperlihatkan kulit pemakainya jika tidak dilapisi dengan furing.

Banyak seleb yang keliru menerapkan gaun lace, baik dari segi pemilihan warna hingga model busana. Alhasil mereka terlihat norak, berlebihan dan vulgar. Dengan porsi yang tepat dan seimbang, lace akan membuat pemakainya ultra elegan, sensual tanpa mengumbar seksualitas.

Contoh terbaik bisa dilihat dari penampilan sang Duchess of Cambridge, Kate Middleton. Istri dari Pangeran William ini konsisten menampilkan gaya terbaiknya dalam balutan lace, mulai dari acara pernikahannya hingga acara kenegaraan lainnya.

Coba perhatikan dari keempat foto yang ditampilkan, ia tak pernah mengenakan busana lace yang terbuka lengannya atau model kemben. Di acara pernikahannya, gaun panjangnya memang memiliki korset bagian dalam, namun dilapisi oleh lace yang menutupi hingga pergelangan tangan.

Batasan seksi bisa dilihat dari gaya garis leher yang rendah (plunging neckline). Untuk pilihan aman, lace yang berwarna dipadukan dengan furing warna putih, sedangkan lace monokromatis seperti hitam, beige dan putih disesuaikan dengan lipasan warna kulit. Jangan lupa menggunakan busana lace yang lengannya menutupi lengan agar kesan seksi tak terlalu berlebihan.

(fer/hst)

Sumber : http://wolipop.detik.com
Dipost oleh : www.rumahjahit.com

0 komentar:

Poskan Komentar